Mahasiswa KKNT Telusuri Sejarah Sendang Bulus

Pagi itu, mereka sibuk menyiapkan tempat duduk dari ban bekas, papan tulisan dari kayu jati, penanaman tumbuhan, dan menyiapkan beberapa alat serta bahan penunjang seperti perlengkapan cat juga bor.

Ketua Tim KKNT 2018 Muhammad Ulil Absori mengatakan “Bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memajukan kembali wisata Sendang Bulus yang merupakan tempat kebanggaan masyarakat desa Pager,” katanya, hari ini.

Sudah tiga pekan ini mahasiswa-mahasiswi KKNT STKIP PGRI Ponorogo tahun 2018 berada di desa Pager Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo. Mereka memiliki program unggulan yaitu membantu memajukan kembali wisata Sendang Bulus.

Udara mulai panas pada hari ini, namun tidak mengurangi semangat tim KKNT untuk mencoba mencari sejarah Sendang Bulus.

Konon cerita bahwa Sendang Bulus ada berawal dari cerita Raden Beku Pringgo Kusumo pengikut Pangeran Diponegoro yang melarikan diri karena kekalahannya melawan Belanda. Sampai pada suatu hari menetap di derah Pager kawasan Ponorogo. Kemudian karena beliau sangat menyukai hewan bulus dan ikan gabus/kutuk maka beliau bersemedi meminta kepada Tuhan supaya mengabulkan permintaannya. Akhirnya, ditemukan sumber mata air besar dan bersih di suatu tempat yang dapat dijadikan tempat untuk memelihara bulus dan ikan gabus,”. Begitulah penjelasan Yatemo, Kepala Desa Pager di Pendopo Sendang Bulus.

Sudah beberapa tahun tempat wisata Sendang Bulus sepi pengunjung karena kurangnya perhatian dari masyarakat untuk merawatnya. Seiring berjalannya waktu tempat wisata satu ini kembali ramai pengunjung karena keberhasilan Ketua Ponorogo Sadar Wisata Desa Pager untuk kembali memperbaiki sarana dan prasarana tempat wisata.

“Saya patut bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak. Termasuk tim KKNT karena ikut berpartisipasi memajukan Sendang Bulus”, Sambil di tengah-tengah memberikan intruksi tempat yang tepat untuk meletakkan tempat duduk, papan nama, dan serta penanaman tumbuhan di area wisata.

Tim KKNT sengaja memilih ban sebagai tempat duduk karena selain memunculkan inovasi baru juga bahan ini dapat bertahan lama. Ada sekitar lima belas ban yang rencananya akan dibuat. Di samping itu pula membuat 12 bentuk tulisan dengan kalimat-kalimat lucu di atas kayu jati sangat cocok dibuat foto selfi oleh para pengunjung.

Untuk menambah kecantikan tempat wisata tim KKNT telah menanam lebih dari 20 tanaman seperti pucuk merah, akalifa, bibit pohon mentega, bunga tulip, dan masih ada beberapa lainya.

 

Reporter : Muhammad Septian Yoga

Dilansir di https://www.sinarrakyat.com/2018/02/mahasiswa-kknt-stkip-pgri-ponorogo.html

Edisi 26 Februari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *