Mahasiswa KKNT STKIP PGRI Ponorogo Kelompok 4 Belajar dan Lestarikan Kerajinan Gerabah di Desa Sendang

[10/02/2025] Purwantoro, Wonogiri.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) STKIP PGRI Ponorogo Kelompok 4 yang tengah menjalankan program pengabdian di Desa Sendang, Kecamatan Purwantoro, mereka belajar langsung cara membuat gerabah dari para pengrajin lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami sekaligus melestarikan kerajinan tradisional yang menjadi warisan budaya desa.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajarkan berbagai tahapan pembuatan gerabah, mulai dari pemilihan tanah liat, pembentukan, hingga proses pembakaran. Dengan penuh antusias, mereka mencoba membuat berbagai bentuk gerabah, seperti pot, kendi, dan hiasan rumah.
Ketua KKNT Kelompok 4, Muhammad Iqbal Maulana mengungkapkan bahwa kegiatan belajar ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal. “Kami ingin mengenal lebih dalam proses pembuatan gerabah agar bisa membantu mempromosikan dan melestarikan warisan budaya ini,” ujarnya.
Salah satu pengrajin gerabah Desa Sendang, yaitu Bu Parni, merasa senang dengan semangat mahasiswa dalam belajar. “Saya berharap dengan adanya generasi muda yang tertarik pada kerajinan ini, gerabah bisa tetap bertahan dan semakin dikenal,” katanya.
Selain belajar membuat gerabah, mahasiswa juga berdiskusi dengan para pengrajin mengenai tantangan yang mereka hadapi, seperti pemasaran dan regenerasi tenaga kerja. Mahasiswa pun berencana membantu mempromosikan gerabah Desa Sendang melalui media sosial agar lebih dikenal luas.
Budaya kerajinan gerabah di desa sendang ini sudah berlangsung dari generasi ke generasi, salah satu tokoh pengrajin gerabah yaitu Bu Parni merupakan generasi ke 3 dari pengrajin gerabah ini. Bedasarkan keterangannya, kerajinan gerabah ini pernah mengalami masa keemasan pada masa orde baru yaitu semasa pemerintahan presiden Soeharto. Sebagai pengrajin gerabah, beliau mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa rumah sebagai tempat produksi dan juga molen sebagai alat bantu untuk memproduksi gerabah.
Namun karena perkembangan zaman, kerajinan gerabah ini mulai ditinggalkan oleh para peminatnya. Masyarakat kini lebih senang menggunakan alat-alat perabot rumah tangga yang terbuat dari aluminium yang lebih tahan lama. Kerajinan gerabah pada masa ini lebih diburu oleh para pengusaha restoran karena dapat menghasilkan rasa makanan yang lebih enak daripada Ketika dimasak menggunakan alat-alat masak yang terbuat dari aluminium, selain itu kerajinan gerabah ini juga diburu oleh para kolektor untuk dijadikan hiasan.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga dalam mempelajari keterampilan tradisional, tetapi juga berkontribusi dalam upaya menjaga kelestarian budaya lokal Desa Sendang.
Tim Humas KKNT Kelompok 4 Desa Sendang.
Previous
Mahasiswa KKNT Desa Gondang Gelar Bimbingan Belajar, Siswa dan Orang Tua Sambut Antusias
Next