Inspiratif, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Luncurkan 4 Buku Ajar
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Ponorogo telah menulis 4 buku ajar luaran pada mata kuliah English for Specific Purpose…
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Ponorogo telah menulis 4 buku ajar luaran pada mata kuliah English for Specific Purpose…
Pelatihan program kreativitas mahasiswa bagi kalangan anak perkuliahan sangat ditunggu-tunggu. Hal ini diungkapkan Deriana, mahasiswa dari program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Selain Deriana, serupa juga diungkapkan para mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo. Karenanya, Workshop Klinis Kiat Lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2024 yang telah berlangsung, Rabu, (10/01/2024) berjalan sukses dan lancar.
Esai Kota Tempat Bersatunya Energi Spiritual dan Jasmani yang ditulis Shofie Azizah, lolos kurasi dan mendapat kesempatan berjejer bersama naskah-naskah pemenang. Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo itu menceritakan naskahnya menduduki juara II Lomba Menulis Essay yang diselenggarakan oleh Menyapa Rindu Event 15.
Salah satu softskill yang dibutuhkan oleh mahasiswa di abad 21 ini adalah kemampuan berbahasa Inggris. Hal ini yang menjadi dasar kerjasama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Ponorogo dengan salah satu lembaga kursus di Kampung Inggris, HoL (House of Language).
Sebagai alumni STKIP PGRI Ponorogo jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tahun 1989, Djoko Susilo banyak memiliki pengalaman berorganisasi. Naluri sosialnya begitu tinggi sehingga tak bisa lepas dari kegiatan sosial masyarakat. “Berorganisasi itu panggilan jiwa, profesi guru adalah panggilan dunia dan akherat.” Ucap alumni yang kini menjadi guru PNS (2007) di SMKN 1 Ponorogo ini.
Perjalanan seseorang itu sungguh tak dapat ditebak, Tuhan akan mengubah nasib seseorang jika dirinya sendiri berbuat mengubahnya. Supian, lelaki desa ini membuktikan bahwa perjuangan dan kebaktian kepada orang tua menjadi sayap langit yang mampu mengubah kehidupannya. “Supian lagi ke Pilipina, Pak.” Ucap Simboknya di pasar Tonatan beberapa tahun lalu kepada Sutejo. “Dia sering pulang kok, Pak.”
Sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Dr. Alip Sugianto jarang yang tahu jika dia adalah alumni kampus literasi STKIP PGRI Ponorogo. Kegilaannya pada dunia pustaka dan budaya, mengantarkannya pada sejumlah penelitian maupun jurnal ilmiah yang dipublikasikan secara nasional, beraroma budaya –khususnya budaya Ponorogo. Ketua STKIP PGRI Ponorogo, Sutejo sangat apresiatif terhadap kiprah anak muda Muhammadiyah ini. “Tokoh masa depan ormas Muhammadiyah ke depan. Intelektual dan religious, kelebihannya dia menggilai budaya.” Ucap penggiat literasi nasional itu.
Dia tak pernah membayangkan jika lulus dari STKIP PGRI Ponorogo setahun kemudian mengikuti tes CPNS, langsung diterima. “Kuliah ekonomis, dosen berkualitas, telah mengantarkan saya menjadi PNS di Kalimantan ini.” Akunya kepada humas via media sosial WhatsApp. “Sungguh tidaklah rugi, berkesempatan kuliah di kampus literasi, STKIP PGRI Ponorogo. Syukur tentu tidaklah dapat diukur, sebuah karunia yang banyak dirindukan oleh anak muda.” Tutur perempuan kelahiran 03 November 1994 ini.
Lelaki beranak satu, yang kini mengabdi sebagai Waka I STKIP PGRI Ponorogo ini, memiliki hobi sebagai pendaki gunung. Sejumlah gunung yang telah ditaklukkan di antaranya adalah gunung Rinjani, Latimojong, Semeru, Arjuno, Welirang, Lawu, Wilis, Sindoro, Merapi, Merbabu, Sumbing, Slamet, dan Ungaran.
Alumni yang satu ini, tampaknya memiliki cerita yang berbeda dari alumni inspiratif lainnya. Pada saat jadi mahasiswa sungguh, merupakan perjuangan yang tidak ringan karena ia harus menjadi anak kultural orang dan menjadi penjaga wartel. Sukses itu bermula dari impian, “Tidur saya bersama tape recorder, mendengarkan materi-materi listening terus begitu setiap hari. Berbicara bahasa Inggris setiap hari.” Ucap lelaki yang tercatat sebagai mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo angkatan 2000 yang kini bekerja di SMKN 1 Jenangan Ponorogo.

