[Opini] Rakyat Memilih Pemimpin
Oleh: Sri Wahyuni Pada 15 Februari 2017, masyarakat Indonesia mengadakan pesta politik. Pesta politik itu ditandai dengan penyelenggaraan pemilihan kepala…
Oleh: Sri Wahyuni Pada 15 Februari 2017, masyarakat Indonesia mengadakan pesta politik. Pesta politik itu ditandai dengan penyelenggaraan pemilihan kepala…
Kota, Jawa Pos Radar Ponorogo – Menulis perkara gampang. Setidaknya, materi merangkai kata-kata menjadi kalimat bisa diambil dari pengalaman atau hal-hal kecil dalam lingkungan sosial. Kemudian dituangkan dengan sudut pandang berbeda. Tips membuat karya tulis tersebut datang dari dua penulis kondang Yuditeha dan Arafat Nur. Keduanya terlibat diskusi literasi bersama Ketua STKIP PGRI Ponorogo Sutejo kemarin (29/9).
Hidup itu harus bermanfaat bagi orang banyak, bukan untuk diri sendiri…
Sebungkus go gegog Ponorogo, segunung kenikmatan tak terlupakan.
Acara yang menarik dan kreatif untuk mengasah kemampuan berakting para pemainnya dan sebagai hiburan gratis bagi penikmatnya
Srawung Ponoragan, perhelatan mengawal pergantian tahun ala wong Ponorogo.
Argumentasi Iin Rismawati di Kompas kolom Muda edisi Jumat, 12 Oktober 2018
Tidak tanggung-tanggung, buku di rumah ini berjumlah ratusan bahkan mungkin ribuan. Pemilik rumah memang suka membaca.
Pepatah Jawa mengatakan, “guru iku digugu lan ditiru”, sebagai akronim dari kata guru.
STKIP PGRI Ponorogo menunjukkan komitmennya menggarap generasi muda yang literat. Terbukti setelah sukses menyelenggarakan Sekolah Literasi Gratis 2 edisi Minggu 29 September 2019, STKIP PGRI Ponorogo meluncurkan program Muhibah Literasi. Program ini memberikan fasilitas pelatihan menulis pada sekolah-sekolah (SMA/ SMK/ MA) yang telah mendaftar, memenuhi syarat, dan telah dikonfirmasi oleh tim Muhibah Literasi.

