PPL Ii STKIP PGRI PONOROGO Di MAN 1 Ponorogo Resmi Berakhir, Jadi Bekal Calon Pendidik Profesional

PONOROGO, 10 September 2026 – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti aula MAN 1 Ponorogo. Rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo akhirnya resmi ditutup. Acara ini bukan sekadar seremoni berakhirnya tugas, melainkan momen refleksi mendalam atas segala cerita, tantangan, dan transformasi berharga yang telah dilalui para mahasiswa selama praktik mengajar di MAN 1 Ponorogo.
Kegiatan penutupan dihadiri oleh Kepala MAN 1 Ponorogo, Dr. Nuurun Nahdiyyah K.Y., M.Pd.I., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), jajaran pimpinan madrasah, Kepala Tata Usaha, wakil kepala madrasah, guru pamong, serta mahasiswa PPL II STKIP PGRI Ponorogo. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Widya Karoni, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Dalam sambutan hangatnya, Titin Purwaningtyas, M.Pd. selaku perwakilan DPL PPL II STKIP PGRI Ponorogo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak MAN 1 Ponorogo yang telah menerima serta membimbing mahasiswa PPL II dengan baik selama menjalankan praktik. Menurutnya, pelaksanaan PPL memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa karena teori dan strategi pembelajaran yang diperoleh di kampus tidak selalu sama dengan kondisi yang ditemui di lapangan.
Melalui PPL, mahasiswa dapat merasakan secara langsung bagaimana menjadi seorang pendidik, mulai dari mengelola kelas, memahami karakter murid, melaksanakan pembelajaran, hingga beradaptasi dengan berbagai situasi di lingkungan madrasah. Permohonan maaf juga tersampaikan kepada pihak MAN 1 Ponorogo apabila selama pelaksanaan PPL masih terdapat kekurangan dalam komunikasi, koordinasi, penyelesaian tugas, maupun praktik mengajar mahasiswa.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Ponorogo, Dr. Nuurun Nahdiyyah K.Y., M.Pd.I., berpesan bahwa ilmu yang diajarkan dan diamalkan akan dapat terus mendatangkan keberkahan. Hal ini sejalan dengan ungkapan “ilmu bila amalin kasyajari bila tsamarin” yang bermakna ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah. Beliau menegaskan kepada para mahasiswa PPL II untuk senantiasa meluruskan niat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, memandang murid dengan penuh kasih sayang melalui ainur rahmah, serta menjaga marwah dan kewibawaan sebagai seorang guru serta diharapkan mahasiswa mampu menjunjung tinggi profesionalisme dan menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam menjalankan tugas keguruan di masa depan.
Pada kesempatan tersebut, pihak MAN 1 Ponorogo turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa PPL II atas dedikasi, semangat, serta kontribusi yang telah diberikan selama berada di madrasah. Pihak madrasah juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendampingan, koordinasi, pemberian tugas, interaksi sehari-hari, maupun penyediaan fasilitas masih terdapat kekurangan.
Berakhirnya PPL tidak dipandang sebagai berakhirnya proses belajar, melainkan sebagai langkah awal bagi mahasiswa untuk terus berkembang menuju pendidik yang profesional dan berdedikasi. Pengalaman selama PPL diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan mengelola kelas, memahami keberagaman karakter murid, serta meneladani sikap profesional para guru.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis mahasiswa PPL II dari pihak STKIP PGRI Ponorogo kepada MAN 1 Ponorogo, yaitu berupa 2 pohon cemara dan plakat akrilik. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya tugas mahasiswa sekaligus bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara perguruan tinggi dan pihak madrasah.
Suasana penutupan semakin hangat dengan diputarnya after movie yang bertajuk “Cerita Cinta Madrasah” yang mengabadikan berbagai pengalaman mahasiswa selama melaksanakan PPL II di MAN 1 Ponorogo. Tayangan tersebut menjadi salah satu bentuk kenangan manis atas kebersamaan mahasiswa dengan keluarga besar MAN 1 Ponorogo. Harapan baikya ke depan semoga hubungan silaturahmi dan kerja sama antara STKIP PGRI Ponorogo dengan MAN 1 Ponorogo dapat terus terjalin dengan baik, hangat dan harmonis.
Previous




