Ujian PPL 2 Mahasiswa Praktikkan Di MAN 1 Ponorogo Simbol Tolak Ukur Dan Bekal Menjadi Guru Yang Profesional

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2023 STKIP PGRI Ponorogo telah melaksanakan Ujian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 di MAN 1 Ponorogo. Kegiatan ujian berlangsung selama empat hari, 1-4 September 2026. Ujian ini diikuti oleh sebanyak 25 mahasiswa.
Sebelum melaksanakan ujian, mahasiswa telah menjalani kegiatan PPL 2 berupa praktik pembelajaran di kelas selama 6 kali pertemuan. Selama proses tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mengajar yang telah diperoleh selama proses perkuliahan sekaligus beradaptasi dengan kondisi pembelajaran di sekolah. Mahasiswa praktikan berinteraksi dengan murid, mengelola kelas, serta menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode dan media yang inovatif dan kreatif.
Ujian PPL 2 menjadi salah satu tahap evaluasi terhadap kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran secara langsung di lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan praktik mengajar di kelas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Penilaian ujian dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan guru pamong. Edy Suprayitno, M.Pd. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menyatakan bahwa ujian berjalan dengan lancar, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi dan menjadi perhatian untuk mahasiswa praktikan, seperti tata tulis Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), pengelolaan kelas, serta penggunaan bahasa yang baik dan benar saat proses mengajar.
Dalam aspek tata tulis, mahasiswa diharapkan teliti dalam menyusun perangkat pembelajaran yang menjadi salah satu pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Selain tata tulis, mahasiswa diharapkan mampu mengelola kelas secara lebih aktif dan tidak stagnan pada satu posisi saja. Mobilitas selama proses pembelajaran diperlukan agar interaksi dengan murid dapat berlangsung lebih baik dan suasana pembelajaran menjadi lebih dinamis.
Pelaksanaan Ujian PPL 2 menjadi tahap evaluasi setelah mahasiswa menyelesaikan rangkaian praktik pembelajaran di kelas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan mahasiswa dalam menerapkan kompetensi pedagogik, profesional dan sosial selama proses pembelajaran.
“Selama ujian berlangsung rasanya campur aduk antara gugup dan bangga bisa melewati ujian dengan lancar. Selain itu, ujian PPL 2 ini membuka mata saya bahwa mengajar bukan sekedar menyampaikan materi saja, tetapi juga berlatih menata hati, pikiran dan diri agar bisa menularkan energi positif dan bermanfaat bagi siswa dan orang-orang di sekitar”, ucap salah satu mahasiswa praktikkan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023.
“Terus belajar dan memperbaiki diri”, pesan bermakna sebagai penutup dan pembakar semangat dari Edy Suprayitno, M.Pd. selaku DPLs kepada para mahasiswa praktikan di MAN 1 Ponorogo. Pengalaman PPL 2 bukan sekedar formalitas, melainkan batu loncatan untuk mengasah kompetensi dan menyipakan diri menjadi pendidik yang tangguh dan profesional.
Previous




