Gandeng Dosen STKIP PGRI Ponorogo, SMA Hudaya Gelar Workshop AI untuk Perkuat Literasi dan Numerasi

Ponorogo –Upaya meningkatkan standar kualitas pembelajaran, SMA Hudaya Ponorogo bekerja sama dengan STKIP PGRI Ponorogo menggelar kegiatan penguatan kompetensi guru yang berfokus pada pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini Kegiatan yang berlangsung di Aula sekolah dihadiri oleh seluruh pendidik SMA Hudaya Ponorogo, (Kamis, 16 April 2026).
Dalam arahannya, Nuruddin Islami, M.Pd.I. kepala sekolah SMA Hudaya Ponorogo menekankan pentingnya para guru untuk “melek teknologi” di era digital saat ini. Beliau menegaskan bahwa adopsi AI bukan sekadar mengikuti tren, melainkan solusi strategis untuk mendongkrak kemampuan literasi dan numerasi siswa.
“Saya berharap Artificial Intelligence (AI) menjadi solusi untuk meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi di sekolah kita. Dengan memanfaatkan teknologi ini, kita memiliki tujuan agar standar kualitas pembelajaran di SMA Hudaya terus naik dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Nuruddin Islami, M.Pd.I. dalam pesan pembukanya.
Kegiatan bertajuk In House Training (IHT) menghadirkan dua dosen STKIP PGRI Ponorogo sebagai narasumber, yakni Cutiana Windri Astuti, M.Pd. dan Lusy Novitasari, M.Pd. Keduanya memaparkan materi tentang pengaplikasian AI dalam peningkatan kompetensi guru.

Turut hadir kepala LPPM STKIP PGRI Ponorogo, Ahmad Pramudiyanto, M.Pd., untuk menyaksikan dan mengesahkan penandatanganan MOU antara SMA Hudaya dan STKIP PGRI Ponorogo. Kerjasama ini mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di masa depan.
Lusy Novitasari, M.Pd. berharap terselenggaranya kolaborasi ini mampu menciptakan ekosistem belajar yang inovatif di lingkungan SMA Hudaya Ponorogo. Dengan mengintegrasikan AI secara praktis dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), para guru diharapkan semakin profesional, mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, serta lebih efisien dalam mengelola administrasi kelas.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari peserta. Salah satu guru SMA Hudaya Ponorogo, Dheny Zhepty Viana, S.Pd., mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat membuka wawasan baru dalam dunia mengajar.
“Materi yang disampaikan dua pemateri dari STKIP PGRI Ponorogo benar-benar menambah wawasan kami. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat dilakukan secara berulang atau berkelanjutan, agar pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar bisa semakin maksimal dan matang,” ungkapnya. Ags_Humas




