HMP STKIP PGRI PONOROGO Menilik Trik Awal Menulis Cerpen Bersama Mualif Hida

Jum’at, 02 Oktober 2026 UKM Himpunan Mahasiswa Penulis STKIP PGRI Ponorogo kembali mengadakan pertemuan rutin. Acara ini merupakan pertemuan pertama anggota UKM Himpunan Mahasiswa Penulis sejak diadakannya welcome party pada Minggu, 27 September 2026 silam. Kegiatan bertajuk “Kepenulisan Cerpen” ini menghadirkan Mualif Hidayatullah mahasiswa Program Studi PBSI C angkatan 2023 yang berpengalaman dalam kepenulisan cerpen.
Pertemuan rutin dimulai pada pukul 13.00 WIB yang bertempat di ruang 103 STKIP PGRI Ponorogo. Anggota yang hadir berkisar 35 mahasiswa, terdiri dari mahasiswa angkatan 2024 hingga mahasiswa baru angkatan 2026.
Kegiatan dibuka langsung oleh Irvan Kurniawan selaku Ketua UKM HMP disertai dengan membagikan beberapa cerpen yang telah direkomendasikan pemateri sebagai bahan ajar. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi kepenulisan cerpen yang disampaikan oleh pemateri yakni Mualif Hidayatullah.
Pemateri yang kerap disapa dengan julukan Mualif ini mampu menciptakan ruang diskusi yang interaktif serta menarik. Kegiatan ini sukses mengambil semangat dari para anggota, terlihat dari keaktifan dalam menjawab saat Mualif memaparkan sedikit materi di awal.
Dalam berjalannya kegiatan, materi yang disampaikan juga memaparkan bagaimana bentuk penulisan cerpen, dimulai dari apa itu cerpen?, isi hingga bagaimana cerpen itu dibuat. Mualif juga berkata bahwa dalam pembuatan cerpen dimulai dengan penentuan tema, ia membagikan 3 trik dalam menentukan tema yaitu pengalaman, pengamatan dan research. Tak hanya teori yang disampaikan oleh Mualif, ia juga membagikan pengalaman yang ia lakukan dengan 3 trik dalam menyelesaikan salah satu cerpen yang digunakannya dalam mengikuti ajang perlombaan.

Setelah pemaparan materi yang dibalut dengan contoh nyata seorang Mualif dalam menggeluti dunia cerpen, sesi diskusi berlangsung hidup ketika peserta mulai mengajukan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang diungkapkan oleh Muhammad Riza Fahmi mahasiswa program studi PBI Angkatan 2024 yang melontarkan rasa penasarannya tentang realita magis di dalam cerpen.
Dalam menanggapi pertanyaan ini, Penulis cerpen Lo-Fi, Gemercik, dan Baja Ringan menjawab dengan tegas bahwa tema itu juga bisa digunakan, tak hanya menjawab itu Mualif juga menambahkan beberapa cerpen yang berlatar belakang realitas mistis, “Salah satunya cerpen Dadang berjudul “Kuyang” yang dijadikan sebagai penghasil cuan,” perjelas Mualif.
Usai pemaparan materi dan diskusi, anggota diberikan waktu 15 menit untuk menuangkan ide yang dimiliki dalam pembuatan premis cerpen. Dalam waktu yang diberikan tampak para anggota serius dan saling berimajinasi untuk menentukan premis yang akan ditulisnya. 15 menit berlalu, beberapa perwakilan peserta membacakan hasil premisnya yang bervariasi, mulai dari genre romance, keluarga dan yang lainnya. Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan yang diselenggarakan HMP sukses menggerakkan hati serta pikiran para anggotanya untuk mulai menggeluti dunia sastra melalui langkah demi langkah.
Mengakhiri kegiatan materi, Mualif berpesan, “Banyak-banyakin membaca cerpen! Dan jangan lelah membaca!”.
Pewarta: Erlina Marginianti




