Ketua STKIP PGRI Ponorogo Apresiasi Mahasiswa yang Lolos Studi S2 ke Rumania saat Yudisium

PONOROGO — Rabu (30/09) terasa spesial bagi mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo. Pasalnya mereka telah secara resmi menyandang predikat Sarjana Pendidikan Strata S1 (S1). Pengukuhan gelar sarjana tersebut dilakukan dalam prosesi yudisium tahun akademik 2025/2026.
Kebahagiaan terpancar dari 153 mahasiswa dari empat program studi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Jawa, dan Pendidikan Guru PAUD. Prosesi yudisium yang dilakukan di Graha Saraswati diikuti dengan khitmat dan bahagia.
Ketua STKIP PGRI Ponorogo, Dr. Ahmad Nur Ismail, M.Pd.I., memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang telah berhasil menyelesaikan studi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

“Saya dan seluruh civitas akademika mengucapkan selamat atas gelar yang diraih. Tentu banyak rintangan, halangan, dan dinamika yang telah dihadapi hingga berhasil sampai pada tahap ini,” ujar Dr. Ahmad.
Ia juga secara khusus mengapresiasi para lulusan yang langsung memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2), termasuk seorang mahasiswi yang akan menempuh pendidikan di luar negeri.
“Saya mengapresiasi mahasiswi yang memiliki tekad kuat untuk melanjutkan studi lanjutnya ke Rumania, yaitu Hannin” ungkap pria kelahiran Cirebon tersebut.
Dalam amanatnya, Dr. Ahmad menekankan tiga elemen penting yang menjadi kunci kesuksesan pendidikan, yaitu orang tua, dosen/guru, dan mahasiswa/murid. Menurutnya, ketiga elemen ini membentuk siklus yang saling terikat dan tidak boleh terputus. “Jika salah satu elemen terputus, terutama hubungan antara murid dan guru, maka proses pembelajaran akan terhenti,” tegasnya.

Suasana haru dan berkesan turut mewarnai acara saat para Ketua Program Studi (Kaprodi) menyampaikan pesan dan kesan. Mereka adalah Cutiana Windri Astuti, M.Pd. (Kaprodi PBSI), Dr. Ratri Harida, M.Pd. (Kaprodi PBI), Dr. Suprapto, M.Pd. (Kaprodi PBJ), dan Dr. Rohmad Arkam, M.S.I. (Kaprodi PG-PAUD).
Kepala Badan Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Totok Kushartoko, S.T., membacakan pengumuman kelulusan 153 mahasiswa sebagai tanda resminya mereka menyelesaikan studi S1. Setelah prosesi yudisium ini, para lulusan dijadwalkan akan mengikuti puncak acara wisuda pada Oktober mendatang.
Hannan Fauziah Al Ulya, mahasiswi yang lolos studi di Rumania mengaju terkejut sekaligus bersyukur ketika Pak Ketua (Dr. Ahmad Nur Ismail, M.Pd.I. menyampaikan hal tersebut dalam sambutan yudisium kemarin. Terlebih proses untuk mendapatkan kesempatan tersebut tidaklah mudah. Harus bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia.
“Bagi saya, apresiasi dari kampus menjadi sebuah bentuk dukungan dan motivasi untuk terus berusaha, meskipun hasil akhirnya masih belum diketahui,” ungkapnya.
Hannan, sapaan akrabnya mengaku momen Yudisium bukan hanya menjadi penanda bahwa perjalanan S1 telah selesai, tetapi juga menjadi awal untuk memikirkan dan mempersiapkan langkah berikutnya. “Setelah menyelesaikan pendidikan S1, saya ingin terus membuka diri terhadap kesempatan untuk belajar dan berkembang, salah satunya melalui rencana melanjutkan studi ke luar negeri.” Red_Ags/humas




