Workshop Klinis Proposal Penelitian – PKM

Bertempat di gedung Graha Saraswati dengan Kampus Pelopor Literasi Indonesia, menggelar Workshop Penyusunan klinis penyusunan proposal Penelitian dan PkM (Selasa, 20/2/2024). Workshop dihadiri segenap civitas academika dengan narasumber tunggal Dr. Mukodi, M.Si. ketua STKIP PGRI Pacitan. Selain sebagai reviewer nasional, beliau telah banyak mendapatkan hibah litabmas dari DRPM Dikti dengan berbagai skim.
Di awal kegiatan, Ketua STKIP PGRI Ponorogo, Dr. Ahmad Nur Ismail, M.Pd.I, mengungkap pentingnya para dosen dalam melaksanakan penelitian dan PkM. “Kami dari lembaga, juga memohon kepada narasumber supaya memberi motivasi dan arahan kepada para dosen untuk terus meningkatkan kegiatan penelitian dan PkM, khususnya dengan pendanaan eksternal.”
Ditegaskan oleh narasumber, “para dosen perlu menyiapkan proposal penelitian sesuai dengan pedoman yang berlaku, karena reviewer akan selalu melihat kesesuaian proposal dengan pedoman yang berlaku.” sebagai panduan dalam mengampu pembelajaran pada mata kuliah. Setiap semester dosen semestinya merancang penelitian dan PkM sesuai dengan bidang ilmu dan track record publikasinya.

Pihaknya juga menyarankan, bahwa proposal penelitian dan PkM harus mengacu pada fokus pengembangan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian atau pemerintah. Hal ini akan memperbesar peluang proposal tersebut lolos pendanaan. Kolaborasi dengan mitra yang kredibel juga perlu untuk menguatkan proposal kita ketika mengajukan pendanaan hibah penelitian maupun PkM.
Tomy Kartika Putra, M.Pd merupakan salah seorang dosen yang mengikuti workshop, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru, khususnya trik-trik bagaimana proposal itu eye-catching di mata reviewer, mendapat nilai bagus saat desk evaluasi proposal, dan lain-lain. Dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut juga menuturkan, sebagai rangkaian Tri Dharma PT dalam bidang penelitian, dosen berkewajiban untuk melakukan penelitian, dengan luaran utamnya berupa publikasi artikel. Hal ini tentu akan meningkatkan kapasitas dan kompetensi dosen, khususnya dalam dharma penelitian.
Pewarta: Suci Ayu Latifah/Tim Humas




