Jaga Eksistensi Budaya di Era Globalisasi, HIMA Diwangkara Sukses Gelar Diwangkara Gumelar 2026

PONOROGO – Senin pagi (15/6), nuansa pendidikan dan budaya kental terasa di Graha Saraswati STKIP PGRI Ponorogo, tempat digelarnya acara “Atur Bingah Lomba Diwangkara Gumelar 2026”. Kegiatan yang mengangkat tema “Laras ing Basa, Endah ing Sastra, Luhur ing Budaya”. Acara ini bertujuan untuk membentengi eksistensi budaya daerah sekaligus mempererat kebersamaan generasi muda melalui rangkaian kompetisi yang kompetitif, hangat, dan penuh kekompakan.
Setelah seluruh rangkaian babak perlombaan sengit selesai dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya, agenda hari ini difokuskan sebagai malam puncak apresiasi dan penyerahan hadiah bagi para juara.
Patrisia Putri Permatasari, selaku ketua pelaksana Diwangkara Gumelar 2026, melaporkan bahwa antusiasme kompetisi tahun ini sangat luar biasa dengan diikuti oleh 81 peserta yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.
“Tujuan diselenggarakannya lomba Diwangkara Gumelar 2026 ini adalah untuk menumbuhkan kembali rasa suka dan rasa cinta generasi muda terhadap bahasa, sastra, serta budaya Jawa. Melalui tema yang diangkat, kami ingin menanamkan kembali nilai-nilai luhur kearifan lokal yang mulai mengikis di kalangan remaja. Sangat membanggakan melihat 81 peserta dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam misi pelestarian ini,” ucapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh jajaran pimpinan kampus. Sambutan Ketua STKIP PGRI Ponorogo, Dr. Ahmad Nur Ismail, M.Pd.I., pada kesempatan ini diwakilkan oleh Wakil Ketua Heru Setiawan, M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau memberikan apresiasi tinggi generasi muda dan para pemenang yang telah menunjukkan bakat terbaik mereka.

“Kegiatan seperti Diwangkara Gumelar 2026 ini merupakan langkah strategis yang sangat kita butuhkan untuk menjaga, merawat, dan membentengi bahasa Jawa di tengah pesatnya gempuran perkembangan era globalisasi. Di zaman digital ini, tantangan budaya asing sangat kuat. Jadi kita sebagai orang Jawa diharapkan bisa menjaga bahasa Jawa agar tetap lestari,” tuturnya.
Setelah melalui serangkaian babak kompetisi yang penuh sportivitas yang di lakukan secara online dan diakhiri dengan penyerahan piala serta penghargaan kepada para pemenang di atas panggung, kegiatan Diwangkara Gumelar 2026 ini ditutup dengan meriah melalui foto bersama dan penampilan live music yang diisi langsung oleh kreativitas mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa yang tergabung dalam HIMA Diwangkara. Persembahan musik tersebut sukses mencairkan suasana dan menjadi penutup yang manis bagi seluruh peserta dan panitia yang hadir.




