Sempat Minder, Mahasiswi STKIP PGRI Ponorogo Sabet Juara 1 Kaligrafi Aksara Jawa Tingkat Nasional

PONOROGO – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo. Nisa Qurrota A’yun, mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jawa angkatan 2023, sukses meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Kaligrafi Aksara Bahasa Jawa kategori Mahasiswa/Umum tingkat nasional. Kompetisi bergengsi ini merupakan bagian dari event Kencana Sastra yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Bahasa Jawa FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS).
Dibalik keindahan karya kaligrafi yang memukau para juri, terdapat proses panjang yang menuntut ketekunan tinggi. Nisa, sapaan akrabnya membeberkan bahwa proses kreatifnya dimulai dari riset mendalam dan mengumpulkan berbagai referensi karya yang sudah ada, lalu mengembangkannya agar memiliki keunikan tersendiri.
Secara akumulatif, pembuatan karya tersebut memakan waktu sekitar 4 jam. Menariknya, Nisa memilih metode mencicil pengerjaan selama satu jam setiap harinya demi menjaga konsistensi goresan dan fokus.
“Kesulitan terbesar ada pada fase konseptual, yaitu bagaimana mengombinasikan satu ornamen tradisional dengan ornamen lainnya agar terlihat harmonis dan berkesinambungan. Selain itu, aspek teknis pewarnaan juga cukup menantang karena saya menggunakan media krayon yang membutuhkan kehati-hatian ekstra,” ungkap Nisa.
Perjalanan Nisa menuju podium juara tidaklah mulus. Ia mengaku sempat didera rasa tidak percaya diri yang hebat di tengah proses pewarnaan.
“Saya sempat merasa minder serta sangat tidak percaya diri, bahkan ada momentum di mana saya hampir memutuskan untuk mengundurkan diri dan tidak mengirimkan karya tersebut,” ceritanya.
Namun, berkat suntikan semangat dan dukungan moral dari dosen serta teman-teman kampus, Nisa berhasil mengalahkan ragunya dan menuntaskan karya tersebut. “Saat pengumuman tiba, saya benar-benar terkejut, sangat antusias, dan rasanya ingin berteriak karena tidak menyangka bisa meraih Juara 1. Bagi saya, ini adalah salah satu momen terbaik dalam hidup saya,” tambahnya penuh emosional.
Pengalaman bertanding di ajang Semarak MTQ FKIP UNSRI tahun 2025 lalu juga diakuinya menjadi modal kuat yang memberikan peta kompetisi yang lebih jelas bagi dirinya. Ke depan, Nisa tidak ingin cepat puas. Ia memandang piala ini sebagai langkah awal untuk mengeksplorasi cabang seni rupa lainnya.
Keberhasilan ini disambut hangat dan penuh bangga oleh pihak STKIP PGRI Ponorogo. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa STKIP PGRI Ponorogo, Dr. Suprapto, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan kerja keras Nisa.
“Selamat Mbak Nisa, senang dan bangga atas ketercapaiannya. Semoga terus berkembang, membawa dampak positif bagi prodi dan almamater tercinta. Terima kasih telah mengharumkan nama almamater serta turut melestarikan aksara Jawa sebagai warisan budaya adiluhung,” tutur Dr. Suprapto, M.Pd.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemantik motivasi bagi mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo lainnya untuk terus menggali potensi diri, berani berkompetisi, dan konsisten membawa nama baik kampus di kancah nasional. (Red)




