Persiapkan Pendidik Profesional, STKIP PGRI Ponorogo Gelar Pembekalan PPL 2

PONOROGO – STKIP PGRI Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL 2) tahun akademik 2026/2027 di Graha Saraswati pada 22–23 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 244 mahasiswa dari empat program studi (Prodi), yakni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD), serta Pendidikan Bahasa Jawa (PBJ). Pembekalan PPL digelar sebagai persiapan matang bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke sekolah-sekolah praktikan.
Sesi pembukaan dihadiri langsung oleh Ketua STKIP PGRI Ponorogo, Dr. Ahmad Nur Ismail, M.Pd.I., jajaran Wakil Ketua I, II, dan III, serta seluruh Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Nur Ismail menekankan pentingnya penguasaan tiga kompetensi utama bagi calon pendidik, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial.
“Kompetensi tersebut akan mengantarkan mahasiswa menjadi pendidik yang profesional. Di akhir masa PPL nanti akan ada sesi refleksi untuk merenungkan dan menuntaskan kekurangan, sehingga dapat diperbaiki pada semester 7 dan 8,” tegasnya.

Beliau juga berharap terjalin kerja sama yang solid antaranggota kelompok PPL agar seluruh tujuan praktik mengajar dapat tercapai secara optimal. Tidak ada salah satu yang dianggap unggul atau paling pintar, tetapi semua mampu.
Usai acara pembukaan, para peserta mengikuti sesi penyampaian materi teknis yang dibawakan langsung oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) STKIP PGRI Ponorogo. Sesi pertama diawali oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Jawa, Dr. Suprapto, M.Pd., yang memberikan gambaran umum PPL 2 tahun akademik 2026/2027. Beliau memaparkan secara rinci mengenai tujuan, tahapan kegiatan, serta hak dan kewajiban peserta, DPL, hingga guru pamong. Menariknya, ia menekankan bahwa laporan akhir PPL tahun ini wajib disusun dalam dua format baru, yakni dokumen fisik dan rekaman video.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Kaprodi PG-PAUD, Rohmad Arkam, M.S.I., yang membawakan topik seputar etika dan komunikasi calon pendidik. Beliau menyoroti pentingnya kompetensi etika dalam berpenampilan, berperilaku, serta berinteraksi sosial. Secara teknis, peserta diingatkan untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran secara matang sebelum KBM dimulai, bertutur kata sopan, memanfaatkan penguatan verbal maupun nonverbal untuk memotivasi siswa, serta menjaga komunikasi profesional dengan sesama rekan praktikan dan guru di sekolah penempatan.
Sementara itu, materi mengenai strategi dan media pembelajaran disampaikan berduet oleh Kaprodi PBSI, Cutiana Windri Astuti, M.Pd., dan Kaprodi PBI, Ratri Harida, M.Pd. Meskipun topik ini sudah sering ditemui mahasiswa di ruang kuliah, pembahasannya tetap menarik karena diselaraskan dengan pendekatan pembelajaran modern di era deep learning.
Tak kalah menarik, pembekalan PPL kali ini juga menghadirkan alumni dari empat prodi untuk berbagi pengalaman teknis terkait penyusunan perangkat pembelajaran. Keempat alumni tersebut adalah Maya Sari, S.Pd. (PBI), Lina Hidayatul, S.Pd. (PG-PAUD), Abdul Ghoni M., M.Pd. (PBSI), dan Joko Prasetyo, S.Pd. (PBJ).

Pada hari kedua, 23 Juli 2026, peserta PPL 2 melakukan simulasi praktik mengajar di dalam kelas bersama kelompok masing-masing. Sesi ini mendapatkan penilaian dan dievaluasi langsung oleh DPL yang juga meninjau metode mengajar, penggunaan media, dan perangkat pembelajaran, sekaligus menentukan kelompok terbaik di setiap ruang.
Seluruh mahasiswa PPL 2 dijadwalkan terjun langsung ke lapangan mulai 3 Agustus hingga 5 September 2026. Mereka akan tersebar di 18 sekolah praktikan jenjang SMP, SMA, SMK, MA sederajat, serta beberapa Sekolah PPL Mandiri. Melalui kegiatan PPL 2 ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah, menjadikan setiap pengalaman sebagai ruang bertumbuh, serta menginspirasi sebagai calon pendidik profesional. Red_Humas




