STKIP PGRI Ponorogo Gelar Kuliah Tamu “From Campus to Career”, Hadirkan Lima Pemateri dari Berbagai Perguruan Tinggi PGRI

Ponorogo — STKIP PGRI Ponorogo menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “From Campus to Career: Strategi Sukses Dunia Kerja dan Membangun Karier Profesional sebagai Pendidik di Era Digital” pada Senin (10/8), mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Graha Saraswati STKIP PGRI Ponorogo dan diikuti oleh mahasiswa Angkatan 2022 yang telah menyelesaikan ujian skripsi, serta dihadiri oleh para sivitas akademika.
Kuliah tamu ini menghadirkan lima pemateri hebat, yaitu Dr. Djoko Adi Walujo, S.T., MM.DBA (Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur), Dr. Sri Suciati, M.Hum (Ketua YPLP PT PGRI Semarang), Prof. Dr. Dra. Munawaroh, M.Kes (Rektor Universitas PGRI Jombang), Prof. Dr. Paiman, M.P. (Rektor Universitas PGRI Yogyakarta), dan Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. (Wakil Rektor III Universitas PGRI Yogyakarta).
Ketua PPLP-PT PGRI Ponorogo, Dr. Sumani, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemateri. Ia menilai para narasumber yang hadir merupakan sosok-sosok luar biasa yang membagikan materi, tips dan trik, serta inovasi bagi kemajuan dan perkembangan STKIP PGRI Ponorogo ke depannya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua STKIP PGRI Ponorogo, Dr. Ahmad Nur Ismail, M.Pd.I., menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Terima kasih pula yang setinggi-tingginya disampaikan kepada para narasumber dan inspirator yang hebat-hebat.
Pihaknya menegaskan bahwa Kuliah Tamu ini bukan sekadar forum berbagi pengetahuan, tetapi menjadi ruang untuk membangun career readiness, memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan menumbuhkan keyakinan bahwa perjalanan dari kampus menuju dunia kerja harus dipersiapkan dengan integritas, kompetensi, karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. “Semangat dan terus semangat sampai akhir hayat,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Djoko Adi Walujo yang menekankan pentingnya mahasiswa sebagai kaum terdidik untuk memanfaatkan teknologi secara bijak. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa harus mampu memilah dan memberi makna terhadap berbagai kemudahan yang ditawarkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Meski memanfaatkan AI, rasa kemanusiaan harus tetap dijaga tinggi karena hal tersebut tidak dapat digantikan oleh teknologi apa pun.
Pemateri kedua, Dr. Sri Suciati, mengajak mahasiswa untuk memiliki visi yang jelas disertai target waktu dan aksi nyata. Beliau menegaskan bahwa visi tanpa aksi hanya akan menjadi halusinasi, sementara aksi tanpa visi ibarat berkendara tanpa tujuan. Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang selalu memiliki dua pilihan saat bangun tidur: kembali tidur untuk melanjutkan mimpi, atau benar-benar bangun dan membangun energi positif untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Prof. Dr. Dra. Munawaroh menyampaikan bahwa karier merupakan sesuatu yang dibangun, bukan ditunggu. Beliau memaparkan empat kata kunci dalam membangun karier: kompetensi yang membuat seseorang siap, portofolio yang membuat seseorang terlihat, integritas yang membuat seseorang dipercaya, serta belajar sepanjang hayat yang membuat seseorang tetap relevan. Ia berpesan agar mahasiswa mulai memilih satu kompetensi, membuat satu karya, dan membangun satu koneksi sejak hari ini.
Materi keempat disampaikan oleh Prof. Dr. Paiman yang menekankan pentingnya membangun mimpi dan pola pikir positif. Ia menyampaikan bahwa segala sesuatu yang akan terjadi dalam kehidupan ke depan merupakan cerminan dari apa yang dipikirkan hari ini. Ia juga mengungkapkan bahwa kehidupan seseorang lima tahun ke depan akan sangat ditentukan oleh lima orang teman terdekat dan lingkungan tempatnya berada. Ketika seseorang berinteraksi dengan orang-orang hebat, semangat dan energi positif akan menular sehingga turut membentuk pribadi yang hebat pula.
Sebagai penutup rangkaian materi, Dr. Septian Aji Permana menyampaikan kabar baik terkait pengembangan karier lulusan. Ia mengungkapkan bahwa melalui kuliah tamu bertema pengembangan karier ini, STKIP PGRI Ponorogo telah menyediakan 30 perusahaan yang siap menjadi tempat kerja bagi para lulusan. Selain itu, terdapat pula empat perguruan tinggi luar negeri, yaitu dari Cina, Malaysia, dan Rumania, yang siap memberikan beasiswa untuk jenjang S-2.

Hannan Fauziah Al Ulya, salah satu peserta kuliah tamu mengatakan kuliah tamu ini memberikan banyak sekali manfaat. Ada banyak hal yang sebelumnya belum pernah dia pikirkan, terutama tentang mimpi, keberanian mencoba, dan bagaimana cara menentukan arah untuk masa depan. “Cerita dan pengalaman para pemateri membuat saya mendapat sudut pandang baru dan lebih berani untuk mengambil kesempatan yang datang. Saya merasa kuliah tamu ini bukan sekadar menambah pengetahuan tetapi juga memberi dorongan untuk berani melangkah terus dan berkembang,” ungkap mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu.
Melalui kegiatan ini, semoga ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih percaya diri dalam membangun karier profesional sebagai pendidik di era digital. Dari kampus menuju karier. Dari pembelajaran menuju pengabdian. Dari calon pendidik menuju pendidik profesional yang inspiratif dan berdampak. (Red, Humas_Yun)




