Workshop: “From Silent Learner to Confident Speaker: Building Confidence Through Interactive English Communication.”

PONOROGO—Bertempat di Graha Saraswati STKIP PGRI Ponorogo, Himpunan Mahasiswa Dialectic dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA Dialectic) telah berhasil menyelenggarakan kegiatan workshop yang bertajuk From Silent Learner to Confident Speaker: Building Confidence Through Interactive English Communication (Senin, 22/26).
Pada kegiatan workshop kali ini, kami menghadirkan Ibu Rustiani Widiasih, M.Pd seorang guru serta penulis buku-buku inspiratif sebagai pemateri yang menyampaikan tentang bagaimana caranya agar mahasiswa bisa membangun dan juga melatih kepercayaan dirinya dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris secara interaktif. Workshop ini dihadiri oleh seluruh Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dan Hima Dialectic, ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) yang terdiri dari Hima dan Senat Mahasiswa, serta dihadiri oleh para mahasiswa dari program studi di STKIP PGRI Ponorogo.
Acara dibuka pukul 08.30 WIB, diawali oleh sambutan dari ketua panitia Arif Prayitno, yang berharap bahwasannya kegiatan workshop ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan juga membangun kepercayaan diri mereka untuk berkomunikasi dengan baik di hadapan publik. Sebagaimana yang disampaikan beliau dalam pidato sambutannya Therefore, we hope this workshop will inspire all participants to become more active, confident, and motivated in their English-learning journey, yang berarti oleh karena itu, kami berharap workshop ini akan menginspirasi semua peserta untuk menjadi lebih aktif, percaya diri, dan termotivasi dalam perjalanan belajar bahasa Inggris mereka.

Sambutan kedua datang dari Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, Ibu Ratri Harida, M.Pd, yang berpendapat bahwa kita setidaknya harus mencoba untuk menghilangkan halangan-halangan yang membatasi diri kita untuk berbicara dengan percaya diri dan juga elektif. Sebagaimana pada perkataan yang beliau sampaikan We always remember that we have a lot of things to speak up, but when we are about to speak up we always get our body trembles, our hands shaking, and also we cannot speak by the sudden stop and shock. So today we want to try to eliminate those barriers, we want to make up our minds so that we can speak up our ideas confidently and electively.
“Kita selalu ingat bahwa kita memiliki banyak hal untuk diungkapkan, tetapi ketika kita hendak berbicara, tubuh kita selalu gemetar, tangan kita bergetar, dan kita juga tidak dapat berbicara karena tiba-tiba terhenti dan terkejut. Jadi hari ini kita ingin mencoba menghilangkan hambatan-hambatan itu, kami ingin memantapkan tekad agar kita dapat menyampaikan ide-ide kita dengan percaya diri dan leluasa.”
Sambutan terakhir disampaikan oleh Heru Setiawan, M.Pd, yang hadir mewakili Rektor STKIP PGRI Ponorogo, Bapak Dr, Ahmad Nur Ismail, M.Pd.I, yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa menjadi pembicara yang hebat dan handal itu bagus, akan tetapi kita juga tidak boleh mengabaikan kesantunan dalam berbicara. Sebagaimana yang disampaikan beliau “Hari ini teman-teman belajar bagaimana caranya menjadi pembicara yang hebat, pembicara yang handal. Tapi harus di garis bawahi yaitu menjadi pembicara yang santun.”. Beliau juga mengapresiasi kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Hima Dialectic ini dan berharap agar mahasiswa mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Masuk pada sesi inti dari workshop hari ini, pemateri kita Ibu Rustiani Widiasih, M.Pd, memulai sesinya dengan permainan ice breaking guna membangkitkan semangat mahasiswa sebelum sesi materi dimulai. Lalu beliau melanjutkan sesi materi secara interaktif, membahas konsep-konsep kepercayaan diri, faktor-faktor penyebab ketakutan dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris, serta solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Menurut beliau, banyak mahasiswa yang enggan mencoba untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris karena mereka hanya berfokus pada kelemahan diri, bukan potensi.
Beliau menekankan untuk membangun serta meningkatkan kepercayaan diri dan potensi mahasiswa Confidence grow through practice, you need to grow it more and more to make it stronger. When you say ‘I don’t know how to speak’, then you need to practice and practice, you need courage to explore your passion yang berartinya kepercayaan diri tumbuh melalui latihan, kamu perlu terus berlatih untuk memperkuatnya. Saat kamu berkata, ‘aku nggak tahu gimana caranya berbicara. Maka kamu perlu berlatih dan terus berlatih. Kamu membutuhkan keberanian untuk mengeksplorasi kemampuanmu
Kegiatan dan suasananya berjalan dengan aktif dan interaktif. Mahasiswa secara aktif mendiskusikan materi yang diberikan bersama-sama dan mampu mempraktikkan dialog singkat berbahasa Inggris dengan percaya diri. Tepat pukul 11.30 WIB, workshop ditutup dengan harapan bahwa para mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang disampaikan guna melatih dan membangun kepercayaan diri dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris di depan umum, serta memberikan pengalaman komunikasi interaktif dalam bahasa Inggris agar mahasiswa lebih aktif, berani, dan terbiasa menyampaikan pendapat maupun ide secara langsung.
Pewarta: Annisa Ayu Bunga Zakiya – Mahasiswi PBI B 2025




