Dari Kearifan Lokal Menjadi Karya, Mahasiswa PPL 2 STKIP PGRI Ponorogo Dampingi Siswa Menulis Artikel

Sebanyak 15 mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 STKIP PGRI Ponorogo Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) turut mengambil bagian dalam pengembangan kemampuan literasi siswa kelas XI SMK PGRI 1 Ponorogo, Kamis (13/8/2026). Mereka dipercaya pihak sekolah untuk membimbing penulisan artikel opini atau artikel populer dengan tema “Kearifan Lokal Ponorogo”.
Program yang berlangsung setiap Kamis ini dikoordinasikan oleh Erni, S.Pd., selaku koordinator kulikuler kelas XI. Sebelum pelaksanaan, siswa telah diminta menyiapkan bahan mengenai kearifan lokal Ponorogo. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi tulisan dengan arahan mahasiswa PPL 2 PBSI.
Lima kelas XI mengikuti proses penulisan dengan pembimbing dua hingga tiga mahasiswa di setiap kelas. Arahan diberikan mulai dari menentukan fokus, menyusun kerangka, mengembangkan gagasan, hingga merangkai tulisan agar lebih runtut dan menarik.
Bagi sebagian peserta, menulis artikel menjadi pengalaman baru. Karena itu, mahasiswa perlu menyampaikan langkah-langkah penulisan secara perlahan dan berulang, sekaligus memberikan masukan langsung terhadap ide dan tulisan yang sedang dikembangkan.
Shofia Nisa’ Salsabila, mahasiswa PBSI C 23, mengaku senang mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses tersebut.
“Kami cukup senang karena diberi kesempatan untuk mendampingi mereka. Memang ada beberapa kendala, tetapi tidak menjadi penghambat. Apalagi waktunya sore, jadi fokus beberapa siswa sudah mulai menurun dan mereka cukup lelah. Karena ini juga pengalaman pertama bagi sebagian siswa dalam membuat artikel, penjelasan terkadang harus diulang agar lebih mudah dipahami. Namun, mereka tetap antusias dan mau mencoba menyelesaikan tulisannya,” ungkap Shofi.
Antusiasme terlihat dari keberanian siswa bertanya, berdiskusi, dan menuangkan gagasan masing-masing. Bagi mahasiswa, kondisi tersebut menjadi pengalaman untuk belajar membaca kebutuhan peserta didik dan menyesuaikan cara membimbing selama proses berlangsung.
Tema kearifan lokal membuat proses penulisan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Budaya, tradisi, hingga potensi Ponorogo dapat menjadi sumber ide yang kemudian dikembangkan menjadi tulisan. Tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa, proses ini juga mengajak generasi muda mengenal dan mengangkat kekayaan daerahnya melalui karya.
Bagi mahasiswa PPL 2 PBSI, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menerapkan ilmu perkuliahan sekaligus mengasah kemampuan membimbing dan berkomunikasi. Sementara bagi siswa, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk berani menyampaikan gagasan dan mengubah informasi yang mereka miliki menjadi sebuah karya.
Kolaborasi SMK PGRI 1 Ponorogo dan mahasiswa PPL 2 STKIP PGRI Ponorogo menunjukkan bahwa proses belajar dapat berlangsung melalui pengalaman nyata. Dari mengenal budaya sendiri, siswa diajak menemukan ide, mengolahnya, dan menghadirkannya dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca dan dikenalkan kepada orang lain.
Pewarta : Selfi Nur Firdhaturrohmah, PBSI C 23




