Balada Sumarah: Jerit Batin Seorang TKW yang Diadili di Atas Panggung

Selasa, 14 Juli 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Kelas C angkatan 2023 STKIP PGRI Ponorogo menggelar pementasan drama monolog berjudul “Balada Sumarah” karya Tentrem Lestari. Pementasan ini berlangsung di Ruang Kelas 101 dan 102 STKIP PGRI Ponorogo sebagai salah satu tugas akhir Mata Kuliah Kajian Drama yang diampu oleh Bapak Suprapto, M.Pd.
Drama monolog ini diperankan tunggal oleh Selfi Nur Firdhaturrohmah, mahasiswa PBSI kelas C angkatan 2023, yang membawakan tokoh Sumarah yakni seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang tengah diadili di ruang sidang atas tuduhan pembunuhan terhadap majikannya di negeri orang.
Melalui monolog yang panjang dan penuh emosi, tokoh Sumarah menuturkan kembali perjalanan hidupnya sejak kecil di Desa Karangsari. Ia tumbuh dalam bayang-bayang stigma sebagai anak seorang yang dituduh terlibat organisasi terlarang, sebuah beban yang terus menghantui dan menutup banyak pintu kesempatan dalam hidupnya mulai dari sulitnya mendapatkan surat keterangan bersih diri, gagalnya melamar sebagai pegawai negeri, hingga kandasnya kisah cintanya dengan seorang tentara. Naskah ini juga menyingkap realitas pahit dunia kerja informal, mulai dari perlakuan tidak adil sebagai pembantu rumah tangga, eksploitasi di tempat kerja, hingga praktik suap dan pungutan liar yang mewarnai proses keberangkatannya menjadi TKW. Di titik puncak, monolog ini menghadirkan pengakuan getir Sumarah atas kekerasan yang dialaminya di negeri orang hingga pada akhirnya ia memilih jalan nekat yang membawanya ke meja hijau.
Pementasan ini disaksikan langsung oleh Bapak/Ibu Dosen Program Studi PBSI STKIP PGRI Ponorogo, sekaligus menjadi bagian dari evaluasi akhir mata kuliah Kajian Drama. Lewat pilihan bentuk monolog, drama ini menuntut kekuatan akting dan olah vokal dari satu pemeran untuk menghidupkan berbagai lapisan emosi dan babak kehidupan tokoh Sumarah — dari kegetiran masa kecil, pergulatan mencari identitas dan keadilan, hingga puncak konflik di ruang sidang.
Drama “Balada Sumarah” mengangkat isu-isu sosial yang relevan dan reflektif: stigma warisan sejarah kelam bangsa, kesenjangan struktural yang dihadapi perempuan dari kalangan bawah, praktik korupsi dan nepotisme dalam birokrasi, hingga rentannya posisi buruh migran perempuan Indonesia di luar negeri. Pementasan ini menjadi bukti bahwa panggung drama tidak hanya menjadi ruang unjuk kemampuan akademik mahasiswa PBSI, tetapi juga ruang kritik dan perenungan atas realitas sosial yang masih terus terjadi.
Meski hanya diperankan oleh satu orang di atas panggung, kesuksesan pementasan ini tidak lepas dari kekompakan seluruh mahasiswa PBSI C angkatan 2023. Sejak proses pemilihan naskah dan penentuan pemeran, seluruh kelas terlibat aktif berdiskusi dan saling mendukung hingga akhirnya memantapkan pilihan pada naskah “Balada Sumarah” dengan Selfi Nur Firdhaturrohmah sebagai pemeran tunggal. Seluruh rangkaian persiapan, mulai dari pemilihan naskah, penentuan tokoh, hingga proses latihan pemeran, dikebut dalam waktu yang terbilang singkat, yakni kurang lebih dua minggu.
Meski dikejar waktu yang singkat, kelas ini tampak kompak dan solid saling memberi semangat satu sama lain. Teman-teman sekelas bergantian mendampingi latihan, memberikan masukan terhadap penghayatan dan olah vokal, serta turut membantu berbagai keperluan teknis pementasan. Semangat kebersamaan inilah yang pada akhirnya membawa pementasan monolog “Balada Sumarah” berjalan dengan lancar dan mampu menyampaikan pesan mendalam dari naskah tersebut kepada seluruh penonton yang hadir.
Pewarta: Livia Rahmayanti (PBSI C 2023)



