Gandeng Dosen STKIP PGRI, Perpusda Ponorogo Beri Pembekalan Resensi Bagi Pelajar

PONOROGO – Dosen STKIP PGRI Ponorogo, Agus Setiawan, M.Pd., ditunjuk menjadi narasumber dalam pembekalan menulis resensi berbasis koleksi perpustakaan bagi siswa SMP dan SMA sederajat. Kegiatan yang diikuti 60 peserta tersebut berlangsung di halaman Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Ponorogo pada Rabu (2/9/2026).
Acara ini merupakan lanjutan dari rangkaian lomba menulis resensi yang diselenggarakan oleh Perpusda Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo serta Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Para peserta yang hadir merupakan pelajar yang berhasil lolos pada tahap penjurian awal dan dipersiapkan untuk melaju ke tahap berikutnya.
Dalam pemaparannya, Agus Setiawan, M.Pd., yang merupakan dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) membagikan pengalaman serta panduan teknis kepenulisan resensi. Ia mengawali materi dengan mengajak peserta menyoroti tingkat literasi masyarakat Indonesia yang masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara tetangga.
“Buku apa yang kalian baca dalam seminggu terakhir ini?” tanya lelaki kelahiran Pacitan tersebut di hadapan para peserta.
Agus Setiawan menjelaskan bahwa ajang lomba resensi ini tidak sekadar bertujuan mencari pemenang terbaik, melainkan melatih keterampilan menulis dan menumbuhkan minat membaca secara berkelanjutan bagi pelajar di Ponorogo.

Pada materi inti, Agus Setiawan menekankan pentingnya membaca secara intensif sebagai fondasi utama seorang peresensi. Menurutnya, sebuah karya resensi yang berkualitas lahir dari proses membaca objek buku secara berulang agar dapat memahami isi serta menilai kualitasnya secara mendalam.
“Resensi itu bertujuan menilai, mengulas, dan mempertimbangkan sebuah buku untuk pembaca lain. Jadi, seorang peresensi harus benar-benar mengenal buku tersebut dengan baik,” ujar Agus Setiawan.
Ia juga menguraikan struktur dasar penulisan resensi yang meliputi judul resensi, identitas buku, pembukaan yang menarik, sinopsis singkat, inti evaluasi/ulasan, dan penutup.
Beberapa catatan evaluasi dari karya peserta turut disampaikannya, seperti kekeliruan menyamakan judul resensi dengan judul buku, sinopsis yang terlalu panjang, tata letak yang kurang rapi, hingga data identitas buku yang belum lengkap. Agus menegaskan bahwa judul resensi seharusnya dibuat berbeda, menarik, dan menggambarkan isi ulasan.
Melalui pembekalan ini, Agus Setiawan mengapresiasi kualitas karya para peserta dan berharap kebiasaan membaca serta menulis tersebut tetap dijaga secara konsisten, tidak hanya berhenti saat perlombaan usai.




