Membawa Pulang Ilmu dan Pengalaman, 34 Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo Akhiri PPL II di SMP Ma’arif 1 Ponorogo

Ponorogo—Sebanyak 34 mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo resmi mengakhiri rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II di SMP Ma’arif 1 Ponorogo. Kegiatan penutupan berlangsung pada hari Rabu (9/9) pukul 10.00 WIB bertempat di Aula SMP Ma’arif 1 Ponorogo dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan, guru pamong, serta seluruh mahasiswa PPL II.
Peserta PPL II tersebut terdiri dari tiga Program Studi, yaitu 14 mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), 11 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan 9 mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa (PBJ). Momen penutupan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di lingkungan SMP Ma’arif 1 Ponorogo.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswa, Samsudin Surya Adijaya, menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah, DPL, juga kepada guru pamong atas bimbingan serta pengalaman yang diberikan selama kegiatan berlangsung. “Kami datang dengan tangan kosong dan pulang dengan membawa banyak ilmu dan pengalaman,” ungkapnya.
Sementara itu, DPL PPL II STKIP PGRI Ponorogo, Serdaniar Ita Dhamina, M.Pd., menyampaikan bahwa berbagai kesibukan dan kelelahan selama PPL II merupakan bagian dari proses mahasiswa menuju kesuksesan di masa depan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia pendidikan terutama ketika mahasiswa lulus dan menjadi guru. Selain itu, meski acara PPL II telah usai, diharapkan hubungan baik antara STKIP PGRI Ponorogo dan SMP Ma’arif 1 Ponorogo dapat terus terjalin.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Ma’arif 1 Ponorogo, Miswanto, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STKIP PGRI Ponorogo kepada sekolah sebagai tempat pelaksanaan PPL II. Menurutnya, sekolah menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan teori dan metode yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus menghadapi beragam karakter siswa secara langsung. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan sekolah menjadi pengalaman penting untuk belajar menghadapi situasi dan menyelesaikan permasalahan.
Bapak Miswanto berpesan agar mahasiswa senantiasa menjadikan guru sebagai teladan yang baik bagi peserta didik. “Guru harus menjadi teladan dari ujung kaki sampai ujung rambut, karena akan dicontoh oleh siswanya,” pesannya. Ia juga berharap pada pelaksanaan PPL berikutnya dapat dipersiapkan lebih baik agar mahasiswa dapat memahami aturan, pembiasaan, dan budaya sekolah sebelum berbaur dengan lingkungan sekolah.
Rangkaian penutupan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk kenang-kenangan dan ungkapan terima kasih mahasiswa PPL II kepada SMP Ma’arif 1 Ponorogo. Setelah doa bersama, kegiatan resmi diakhiri dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh mahasiswa, DPL, guru pamong, serta pihak sekolah.
Berakhirnya PPL II di SMP Ma’arif 1 Ponorogo menjadi penanda selesainya satu rangkaian perjalanan mahasiswa dalam mengenal secara langsung kehidupan di lingkungan sekolah. Berbagai pengalaman, tantangan, dan pembelajaran yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi 34 mahasiswa untuk melangkah menuju dunia kerja dan menjadi pendidik yang profesional, berkarakter, serta bermanfaat bagi banyak orang.
Previous




