Pembukaan PPL II MAN 1 Ponorogo, Kepala Madrasah Tekankan Pentingnya Resiliensi dan Menjadi Pendidik yang Bermakna

Ponorogo, 30 Juli 2026 – Kegiatan Pembukaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 mahasiswa di Aula MAN 1 Ponorogo pada Kamis (30/7/2026) berlangsung dengan penuh motivasi dan pesan inspiratif dari Kepala Madrasah. Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan PPL 2 bagi mahasiswa dalam rangka mengimplementasikan ilmu kependidikan serta memperoleh pengalaman langsung dalam proses pembelajaran di lingkungan madrasah.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta sambutan Kepala MAN 1 Ponorogo yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan PPL 2.
Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) STKIP PGRI Ponorogo, Edy Suprayitno, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga besar MAN 1 Ponorogo yang telah menerima mahasiswa PPL II dengan baik. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PPL menjadi tahap penting bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang selama ini dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di sekolah.
“Selama ini mahasiswa masih terbatas pada pembelajaran teori. Mulai hari ini, mahasiswa akan belajar melalui praktik secara langsung di sekolah,” ujar Edy Suprayitno, M.Pd.
Selain itu, pihaknya juga memberikan pesan kepada mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku di MAN 1 Ponorogo. Menurutnya, kedisiplinan merupakan salah satu karakter penting yang harus dimiliki oleh seorang guru.
Sementara itu, dalam sambutannya Kepala MAN 1 Ponorogo, Dr. Nuurun Nahdiyyah K.Y., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan PPL bukan hanya menjadi praktik mengajar, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa dan warga madrasah untuk saling belajar serta berbagi pengalaman.
Beliau menyampaikan bahwa setiap tamu yang hadir membawa kebaikan. Oleh karena itu, keluarga besar MAN 1 Ponorogo memiliki tanggung jawab untuk memberikan penghormatan dan pelayanan terbaik kepada mahasiswa PPL selama berada di lingkungan madrasah.
“Kita di sini dipertemukan untuk saling belajar, baik warga sekolah maupun adik-adik mahasiswa. Setiap tamu yang hadir pasti membawa kebaikan,“ ungkap Dr. Nuurun Nahdiyyah K.Y., M.Pd.I.
Dalam pesannya, Kepala Madrasah menekankan pentingnya resiliensi bagi calon pendidik. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh daya juan dan kemampuan menghadapi tantangan.
“Mahasiswa yang luar biasa bukan hanya mahasiswa yang mendapatkan nilai tinggi, tetapi mahasiswa yang memiliki daya juang, mampu menghadapi tantangan, dan memiliki resiliensi yang kuat,” pesannya.
Bapak Iwan, salah satu guru pamong PPL II MAN 1 Ponorogo, turut memberikan pembekalan mengenai pentingnya kemampuan mengelola kelas. Menurutnya, guru harus mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi peserta didik agar proses belajar tetap efektif.
“Dalam mengajar itu kita harus melihat kondisi kelas. Tidak bisa selalu dikencangkan, tetapi tidak bisa juga selalu dikendorkan. Ada saatnya kita harus memberikan ketegasan ketika kelas mulai tidak kondusif, tetapi ada saatnya juga kita memberikan ruang kepada siswa agar mereka tetap nyaman dalam belajar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan metode pembelajaran juga perlu dilakukan secara seimbang. Kegiatan seperti permainan dapat membantu meningkatkan antusiasme siswa, tetapi jika terlalu sering digunakan tanpa variasi, siswa dapat merasa bosan.
Sebaliknya, pembelajaran yang hanya berfokus pada penjelasan materi secara satu arah juga dapat membuat siswa kehilangan minat. Menurutnya, kemampuan guru dalam memilih metode dan mengatur suasana kelas menjadi hal penting agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Mahasiswa PPL II STKIP PGRI Ponorogo, Amrisa Febrian Mustafa, mengaku bersyukur dan bangga dapat melaksanakan PPL di MAN 1 Ponorogo karena merupakan almamaternya sendiri. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan kesan tersendiri karena kini ia belajar langsung dari guru-guru yang dahulu mengajarnya di bangku sekolah.
“Saya sangat bersyukur dan bangga karena kebetulan saya adalah alumni MAN 1 Ponorogo. Saya tidak menyangka guru yang dulunya sekadar mengajar saya di kelas, sekarang mereka mengajari saya cara mengajar di kelas,” ujarnya.
Amrisa juga menyampaikan bahwa dirinya bersama rekan-rekan telah mempersiapkan diri dengan baik sebelum terjun ke kelas.
“Untuk persiapan insyaallah sudah cukup matang mulai dari kita PPL I (Micro Teaching), ditambah pembekalan di kampus selama 2 hari dan observasi yang kita lakukan hari ini. Saya kira saya dan teman-teman sudah siap untuk terjun ke kelas,” ujarnya.
Setelah kegiatan pembukaan selesai, mahasiswa PPL melanjutkan kegiatan dengan melakukan observasi lapangan serta konsultasi bersama guru pamong masing-masing bidang studi. Kegiatan observasi ini bertujuan untuk mengenal kondisi lingkungan sekolah, karakteristik peserta didik, serta sistem pembelajaran yang diterapkan di MAN 1 Ponorogo.
Dalam pelaksanaan PPL 2, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk menggantikan tugas mengajar guru pamong pada kelas X dan XI. Adapun jadwal mengajar masih menunggu penyesuaian dari pihak sekolah. Mahasiswa PPL nantinya akan dibimbing oleh sekitar 7–8 guru pamong yang telah ditentukan oleh pihak MAN 1 Ponorogo.
Melalui kegiatan PPL 2 ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi pedagogic, professional, sosial, dan kepribadian sebagai calon pendidik sekaligus memberikan kontribusi positif bagi proses pembelajaran di MAN 1 Ponorogo.




