Resmi, 12 Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo Praktik mengajar di STERIDA

Sabtu pagi (1/8), STKIP PGRI Ponorogo bersama SMK PGRI 2 Ponorogo mengadakan pembukaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II. Acara yang berlangsung di ruang tamu STERIDA ini, menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menjajaki bagaimana menjadi seorang guru. Bekerjasama dengan SMK PGRI 2 Ponorogo, 12 anggota kelompok 2 PPL II tampak antusias mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan belajar mengajar.
Acara dimulai dengan Pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Mulai hari ini sampai sebulan ke depan, adik-adik mahasiswa semua adalah bagian dari SMK PGRI 2 Ponorogo,” pesan Agus Salim, S.Kom Kepala Sekolah STERIDA—sapaan hangat SMK PGRI 2 Ponorogo.
Pihaknya melanjutkan, oleh karena itu, mahasiswa harus terlibat aktif dalam segala kegiatan yang diselenggarakan di STERIDA. Mahasiswa juga harus menaati peraturan yang berlaku.
“Penampilan kita sebagai guru itu penting untuk menarik perhatian murid. Murid itu ibarat konsumen kita. Jadi, kalau kita sebagai produser tidak bisa menarik perhatian konsumen, tidak mungkin kita akan menjual apa yang kita jajakan.” Agus Salin, S.Kom menutup sambutannya dengan berharap kepada Tuhan yang Maha Esa, “semoga Allah meridhoi kita semua.”
Agus Setiawan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PPL II di STERIDA tak lupa berpesan kepada seluruh anak didiknya, agar melaksanakan praktik sebaik-baiknya, berbekal materi-materi keguruan yang telah didapat selama perkuliahan.
“Di kelas, saya seperti melihat Indonesia,” candanya memecah keheningan. “Tidak hanya siswa, mahasiswa pun sangat beragam karakternya. Untuk itu, teman-teman silakan berkaca pada hal tersebut, kemudian mengambil pelajaran yang termaktub di dalamnya.”
Salah satu mahasiswa Kelompok 2 PPL II, Zidan, mengaku berkesan, salah fokus dengan Lapangan sekolah yang terdapat banyak fasilitas olahraga, “semuanya tersusun rapi, terstruktur juga.”
Pihaknya menyampaikan, telah menyiapkan materi, perangkat pembelajaran, hingga kesiapan mental untuk menghadapi “rimba” yang sebenarnya. “Semoga selama PPL banyak ilmu dan pembelajaran baru yang dapat saya terapkan ketika kelak menjadi guru,” harapnya menutup wawancara.
Sebelum acara pembukaan ditutup, mahasiswa PBSI 2023 B itu membacakan doa, supaya dari hari pertama praktik hingga mengerjakan laporan PPL kelak, semua diberi kelancaran oleh Tuhan yang Maha Esa.
Pawarta: Laila Vitratul Janah – PBSI 2023 A
Previous




